Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan

Surat Terbuka Situs Unduh

Sengaja saya berjalan-jalan ke sebuah situs unduh gratis Indonesia. Jujur, niat awal memang untuk mengunduh sebuah lagu melalui situs tersebut. Namun, setelah saya lihat secara teliti di beranda situs tersebut, terdapat sebuah surat terbuka kepada para pengunjungnya. Intinya menurut saya, situs tersebut bukan situs unduh ilegal, karena mereka tidak menyediakan namun hanya memfasilitasi atau bisa dibilang sebagai jembatan untuk unduh musik yang mana sumbernya diambil dari situs lainnya yang bisa dicari menggunakan Google. 

Berikut surat terbuka tersebut di dalam situs yang bersangkutan:

Situs Download Gratis Akan Diblokir

28 Juli 2011 yang lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memblokir situs download musik atau film secara gratis.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa maraknya download konten tidak resmi untuk musik digital di internet menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Lebih lengkapnya bisa dibaca di bawah ini, yang saya kutip dari salah satu situs Harian Seputar Indonesia 

Paramore Jauh Lebih Bahagia Tanpa Farro Bersaudara

Hengkangnya Farro bersaudara yang memperkuat posisi gitaris dan drummer di band Paramore memang mengagetkan. Tapi tanpa mereka kini Paramore jauh lebih bahagia.

Josh Farro (gitar) adalah salah satu pendiri Paramore. Ia bahkan sempat menjalin kasih dengan vokalisnya, Hayley Williams pada 2005 selama 2 tahun.

Desember 2010 lalu Josh dan adiknya Zac Farro memutuskan hengkang dari Paramore. Ia kemudian bersuara lewat blog menyatakan bahwa mereka tidak lagi nyaman berada di dalam Paramore. Semua karena perhatian hanya ditujukan kepada Hayley bukanlah Paramore.

Chad Gilbert, gitaris New Found Glory yang sudah tiga tahun belakangan menjalin kasih dengan Hayley pun membela perempuan tercintanya. Di mata Chad, kepergian Farro bersaudara dari Paramore malah sebuah hal baik.

"Ketika mereka masih bersama Paramore, ketika pentas, mereka seperti tak punya jiwa. Tidak bersemangat dan membuat yang lain jadi berantakan. Tapi kini Paramore jadi lebih bahagia tanpa mereka," ujar Chad ketika berbincang kepada Yulia Dian dari detikhot, baru-baru ini.

Chad membenarkan jika kini Paramore tengah menulis lagu-lagu baru. Selama ini Josh memang banyak menyumbangkan karyanya untuk Paramore, namun kepergian sang gitaris bukan sebuah halangan.

"Pacar saya juga berbakat kok. Band mereka lebih solid sekarang. Abaikan saja Farro bersaudara. Lihat Paramore yang baru," tutur Chad semangat.

Pada 22 Februari lalu New Found Glory menghabiskan waktu tiga hari di Jakarta. Mereka tampil di 'Jakarta Jam 2011' untuk kedua kalinya atas undangan promotor JAVA Musikindo.

sumbernya

Paramore Sedih Dengar Farro Bersaudara Ngaku Disepelekan



Josh dan Zac Farro mengaku meninggalkan Paramore karena merasa disepelekan. Tiga personel Paramore lainnya sedih mendengar hal tersebut.

Lewat blognya Josh menuliskan bagaimana ia dan Zac terpaksa untuk keluar dari band. Mereka berdua merasa semua perjuangan yang telah dilakukan Paramore sia-sia. Sang vokalis Hayley Williams menjadi lebih penting dibanding segalanya. Banyak pihak hanya mempertimbangkan kepentingan Hayley ketimbang lainnya.

Hayley pun angkat bicara. Ia membantah segala hal tersebut. Apa yang dituliskan Josh menyakiti hati personel lainnya. Mereka sedih harus berpisah dengan konflik yang akhirnya diketahui publik.

"Menyakitkan, karena kami diberitahu kalau mereka tidak bahagia, mereka tidak mau melakukan ini. Tapi ketika ini benar-benar terjadi karena hal lain, saya terkejut dan merasa terbebani. Kami melakukan inin selama 6 tahun, 7 tahun sekarang. Saya tidak berpikir semua ini sia-sia, bagi kami semua, dan sebaiknya tidak ada satupun yang mendeskriditkan itu," ujar Hayley dilansir NME, Kamis (6/1/2011).

Sang gitaris Taylor York tidak kaget ketika Josh mengeluarkan pernyataan lewat blog-nya. Namun Taylor tidak menyalahkan atau membenarkan curahan hati Josh yang merasa terabaikan tersebut.

"Berpisah sangatlah sulit dan sungguh sakit membacanya, hanya sepertinya banyak hal yang sangat relevan dengan yang terjadi," jelas Taylor.

Yang terjadi harus berlalu. Paramore sudah memutuskan untuk maju terus membuat album baru tanpa Farro bersaudara. Saudara Taylor, Justin York akan menggantikan posisi Josh selama mereka tur. Sementara Josh Freese akan menjadi drummer pengganti.

Bagi Paramore fans, siapa yang benar? siapa yang merasa dirugikan?

sumbernya

Personil Paramore Keluar Gara-Gara Hayley Williams?

Kabar keluarnya Josh dan Zac Farro dari Paramore rupanya kian memanas. Pasalnya, Josh menyerang balik Hayley Williams, sang vokalis, karena tidak terima dengan pernyataan yang dikeluarkan di website resmi Paramore beberapa saat yang lalu.

Josh menyalahkan Hayley karena tidak membuat pernyataan berdasarkan keputusan bersama, namun hanya menulisnya berdasarkan pandangan pribadi Hayley dan menyebarkannya tanpa permisi.

"Aku telah mengetik sebuah pernyataan yang sudah siap disebarkan, namun Hayley mendahuluiku tanpa permisi. Kami tidak akan mengeluarkan pernyataan tanpa persetujuan bersama Hayley. Kurasa pernyataan versi Hayley tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan sebenarnya, setidaknya dari sudut pandang kami. Dan kuharap kali ini bisa menjelaskan alasan keluarnya kami," ungkap Josh.

Sebelumnya, band ini menyatakan, "Selama beberapa tahun belakangan, sepertinya Josh dan Zac memang sudah tidak ingin bersama," yang mengakibatkan Hayley, Jeremy Davis, dan Taylor York tidak terkejut.

Sebaliknya, dalam sebuah pernyataan yang diposting di blog pribadinya, Josh menyatakan bahwa Hayley dan tim managemennya telah menciptakan suasana yang tak tertahankan di dalam band, yang membuatnya tak lagi betah berkarir bersama.

Di awal karir, Hayley pernah memutuskan keluar dari band untuk bersolo karir. Namun, upayanya gagal dan Hayley kembali bergabung. Menurut Josh, mereka sempat membuat demo bersama, namun tidak pernah dilibatkan dalam negosiasi bersama label. Akhirnya, Hayley-lah, bukan Paramore, yang melakukan tanda tangan. Band-nya pun tak lebih menjadi band pengiring bagi Hayley.

"Ayah Hayley, yang selalu mengancam akan 'mematikan' seluruh anggota band jika ada keluhan tentang apapun, memastikan bahwa kami adalah band sewaan, dan Hayley-lah artis sebenarnya, padahal sebenarnya kami semua adalah bagian dari band. Hayley selalu diperlakukan lebih penting dari kami," jelas Josh panjang lebar.

Menurut Josh, kondisi band ini mengalami penurunan sejak album Riot, ketika Jeremy dan Hayley mulai 'berubah' arah dari apa yang mereka sepakati sebelumnya.

sumbernya

Paramore Ditinggalkan Dua Personilnya

Kabar menyedihkan datang dari Paramore. Meski bisa dibilang sedang berada di puncak karir, band ini harus rela kehilangan dua personil pendirinya, Josh Farro dan Zac Farro. Kabar keretakan dalam Paramore ini sudah beredar selama beberapa minggu dan akhir minggu kemarin mereka menyatakan dengan resmi kabar ini.

Para fansnya mungkin terkejut dengan pengumuman ini, namun para personil lain yang tersisa, Hayley Williams (vokal), Jeremy Davis (bas) dan Taylor York (gitar) terlihat tidak kaget dengan perpisahan ini. "Kami tidak terkejut. Sudah setahun ini mereka sudah terlihat tidak ingin bersama lagi," ungkap mereka.

Karena sudah merasakan manis dan pahitnya berjuang di dunia musik sejak 2004, para personil yang masih terus memperjuangkan Paramore mendoakan kesuksesan keduanya di masa depan.

"Kami harap Josh dan Zac bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka bahagia. Dan kalau memang harus tidak bersama kami, maka kami mendukung mereka untuk menemukan kebahagiaan di tempat lain," lanjut mereka.

Dalam pernyataan lebih lanjut, mereka meyakinkan para fans bahwa kepergian Josh dan Zac tidak akan menyurutkan niat mereka untuk merilis album baru dan mengadakan tur tahun depan.

sumbernya

The Dance Company: Empat Otak Satu Jiwa


Setelah sekian posting tentang Teknologi, kali ini saya akan mempublish tentang musik. Lebih spesifik tentang sedikit profil salah satu band Indonesia saya kagumi dalam segi musikalitas, kualitas dalam performa diatas panggung. Dalam publish ini, saya akan mempublish The Dance Company. Check it out..

Apa jadinya jika empat musisi Indonesia yang tak lagi dipertanyakan gaya musik mereka bersatu membuat band? Ya, ini dia The Dance Company. Dengan karakter unik masing-masing personel seperti Nugie, Baim, Pongky Barata, dan Aryo Wahab, mereka membentuk satu band yang isi albumnya begitu menceriakan. As their name, let’s dance.

Berawal dari keisengan saat berada di Pulau Dewata, Bali, Pongky tergelitik melihat satu papan nama sebuah toko bertuliskan Dance Company. Ia pun bertekad, jika suatu saat nanti punya band lagi - selain Jikustik yang sudah lama vakum, ia bakal menamai band itu dengan The Dance Company.

Hasilnya? Jangan ditanya. Walau beda visi pada awalnya, keempatnya mampu menyatukan kebebasan yang ada. Bukan untuk lebih lebih ternama lagi di jagat musik, atau bahkan soal mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Kabarnya, bahkan kontrak rekaman mereka dengan Nagaswara tidak dibayar dengan uang, melainkan cukup dengan alat komunikasi saja.

Bisa dibilang, lagu-lagu mereka cukup atraktif di album ini. Tengok saja lagu “Papa Rock n Roll” yang video klipnya kerap tampil di televisi. Di situ keceriaan begitu mengena dengan lirik yang tidak terlalu berat. “Papa mungkin seminggu di Bali, nyari panggung sana sini, papa gak pulang beibeh, papa gak bawa uang beibeh.” Agak lucu, tapi berkualitas dalam segi musikalitas. Apalagi cerita lagu ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan mereka, yang memang sering keluar kota untuk manggung sana-sini, tapi tetap mengutamakan istri yang ada di rumah.

Di lagu “Modal Cinta”, irama yang dibawakan Pongky dkk berubah agak nge-jazz, tapi tak menghilangkan irama ceria mereka. Lagu ini bercerita tentang pria yang bermimpi bisa jadi jutawan dengan wajah rupawan. Andai punya itu semua, gadis yang disukainya pasti tak mungkin tak meliriknya. Yah, kenyataan memang, tapi kembali lagi cinta lebih penting dari segalanya.

Sementara di lagu andalan lainnya, “So Far Away”, perpaduan vokal dan irama yang lebih ‘soft’ diusung The Dance Company. Lagunya bisa dibilang agak ke boysband, namun tetap mantap dengan segala keromantisan mereka. Selain lagu ini, mereka masih punya sederet lagu yang wajib didengarkan. Misalnya saja “Coba Kau Bayangkan”, “Say What You Say”, dan pastinya “Dance Company” yang juga nge-beat.
Jadi, jangan ketinggalan perpaduan bakat dan otak yang ada pada keempat musisi ini.(int/ekk)

Yah, bisa dibayangkan seperti apa, terlebih The Dance Company sendiri bisa mengubah mereka dari Baim menjadi Bebe, Pongky jadi Wega, Aryo menjadi Riyo, dan Nugie yang bertransformasi jadi Mbot. Dan sebagai catatan, untuk menghilangkan kecemburuan dan tidak adanya salah satu saja yang menonjol, mereka mampu membagi kapabilitas masing-masing personel di album perdana ini.

sumbernya

Album Ketiga Paramore Lebih Dewasa

Paramore nggak mau terburu-buru menggarap album ketiga mereka. Setelah album Riot! yang dirilis tahun 2007 mendapat sukses besar secara penjualan dan direview dengan positif, mereka merasa harus membuat album yang lebih bagus dari itu. Makanya dalam setahun ini, Hayley, Josh, Jeremy, dan Zac berkonsentrasi membuat lagu yang lebih dewasa dan bereksperimen dengan jenis musik lainnya.

"Meskipun album terakhir kami sukses berat, nggak berarti kami jadi bisa bikin album ketiga dengan asal-asalan dan langsung laku. Kami malah harus bekerja lebih keras kali ini," kata Zac Farro, drummer.

Pernyataan ini juga diamini oleh Hayley Williams, sang frontwoman, yang udah mulai mencari inspirasi dari kehidupan secara umum dan persahabatan untuk lirik lagu di album ketiga Paramore. "Setahun ini kami banyak belajar tentang hubungan, persahabatan, dan kehidupan secara umum, dan saya kaget karena saya nggak bisa banyak berkomentar tentang hal itu. Tapi saya punya beberapa hal yang udah nggak sabar disampaikan lewat lagu," kata Hayley.

Dari segi musik, band asal Tennessee ini juga akan mencoba banyak hal baru. Masing-masing personil sedang memperdalam aliran-aliran musik di luar yang biasa mereka mainkan, sehingga saat berkumpul di studio muncul unsur dan elemen baru di dalam musik mereka.

"Semua orang kan berkembang, jadi dewasa, dan saya rasa itu yang sedang terjadi pada Paramore. Semua tahu seperti apa musiknya Paramore, tapi saat itu kami sedang bereksperimen dan mencari tahu sampai sejauh mana kita bisa berkembang tanpa mengubah ciri khas musik Paramore sendiri," jelas Jeremy Davis, bassist.

Album yang rencananya diberi nama Everything Recovered ini akan dirilis akhir tahun 2009.

We Are The Fallen - “Evanescence Part 2”


Seperti judul diatas, We Are The Fallen (WATF) merupakan band yang dibentuk oleh tiga mantan personel Evanescence yaitu Ben Moody, Rocky Gray, dan John LeCompt.
Ben (gitar) membentuk WATF setelah mengundurkan diri dari Hana Pastle, band setelah Evanescence. Dia juga mengajak drummer Rocky dan gitaris John gabung di WATF. Ditambah satu-satunya personel yang bukan mantan Evanescence, yaitu bassist Marty O’Brian, WATF tinggal mencari penyanyi yang tepat untuk mengisi posisi vokal.

Awalnya, band tersebut dinamakan The Fallen, tapi akhirnya ditambahi dengan embel-embel We Are. Nama The Fallen sendiri terinspirasi dari album pertama Evanescence, yaitu ‘The Fallen’. Padahal album tersebut sukses terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Mereka memenangi dua Grammy Awards dari album itu. Begitu juga album-album selanjutnya, sukses terjual jutaan kopi di seluruh dunia. Sayang, karir mereka harus menghilang sejak ditinggal ketiga anggotanya.

Stop Dreaming Start Action !

Setelah melewati audisi, dipilihlah Carly Smithson, finalis American Idol season ketujuh. Sejak tampil di American Idol, Carly sering disama-samakan dengan Amy, vokalis Evanescence.

Bukan cuma suara yang mirip, penampilan fisik Carly nyaris serupa. Carly bahkan selalu membawakan lagu hit Evanescence, Bring Me to Life, setiap tampil di tur American Idol. Lucunya, lagu itu juga yang jadi lagu wajib di audisi vokalis WATF.

Sepertinya, Ben dkk memang sejak awal berniat membuat Evanescence versi baru. “Tapi, band itu tentu berbeda dengan Evanescence. Di band tersebut, semua personel diperlakukan sama. Kami punya energi lebih besar daripada Evanescence,” ujar Ben.

Dia juga membela Carly. “Dia bintang rock! Dia bagian dari kami,” ucapnya. Carly juga sangat antusias saat bergabung dengan band tersebut. “Awalnya, aku ketakutan sendiri. Tapi, lama-lama menyenangkan. Aku tergabung dalam band tersebut! Benar-benar tak dapat kupercaya, I love this!” serunya.

Setelah membentuk WATF, mereka menciptakan single. Single debut mereka ‘Bury Me Alive’ yang direlease gratis via website mereka khusus untuk 100ribu org pertama tgl 22 Juni lalu ini nuansa Rock Orchestra plus tarikan suara Carly, sedikit mengingatkan dengan single Evanescence “Going Under”.

Sampai saat ini WATF belum punya encana membuat album. Mereka berencana merilis single setiap dua bulan sekali selama 1,5 tahun. WATF juga berencana tur keliling Amerika pada September 2009. "Akan selalu ada musik baru dan alasan baru untuk datang ke show kami selanjutnya dan selanjutnya," janji Ben.

Sedikit Biografi Tentang Paramore


Paramore adalah grup band rock asal Tennessee, Amerika Serikat. Grup band yang terdiri dari Harley Williams di vokal dan keyboard, Josh Farro pada gitar dan vokal, Jeremy Davis pada bas dan Zac Farro di drum.

Band yang pertama kali terbentuk pada 2002 ini nggak bisa diremehkan. Musik Paramore terdengar kaya, rapat, dengan aransemen yang menarik. Awal terbentuk, dituduh bukan band dan dibanding-bandingkan dengan Avril Lavigne, namun masuk nominasi Grammy untuk Best New Artist.

Kalo dilihat secara musikalitas, band yang sempat beberapa kali berganti formasi ini memang berkembang jauh. Album pertama mereka, All We Know Is Falling (26 Juli 2005) dengan label Fueled By Ramen, mereka meluncurkan album debut mereka "All We Know Is Falling" yang mereka rekam hanya dalam tiga minggu. Memasang track jagoan "Emergency" yang bercerita tentang masa kecil Hayley yang kelam, "Pressure" serta "All We Know" yang sukses meninggalkan bekas di telinga para pendengar mereka. Album "All We Know Is Falling" berisikan lagu yang kebanyakan isinya terdiri dari cerita kehidupan keluarga Hayley yang berantakan

Album kedua mereka berjudul "Riot!" release pada tahun 2007 dan berisi 11 track dengan empat singles "Misery Business", "Hallelujah", "Crushcrushcrush" serta "That's What You Get". Dengan berbekal album "Riot!" yang terdengar lebih bersemangat dari album mereka sebelumnya "All We Know Is Falling", mereka berhasil mendapatkan platinum dari Recording Industry Association of America, suatu pencapaian yang sangat bagus bagi mereka.

Gaung Paramore mulai mencapai Asia, saat mereka meluncurkan single Decode yang menjadi soundtrack film TWILIGHT dengan lagu baru "Decode" adalah pemimpin tunggal untuk novel berbasis Twilight film. Lagu lain yang disebut "I Caught Myself"adalah juga pada soundtrack film.

Pada 25 November 2008, Paramore meluncurkan album THE FINAL RIOT! yang berisi album RIOT! dan bonus DVD konser mereka di Chicago.

Apakah mereka puas dengan semua keberhasilan ini? “Kami akan terus berjuang untuk menunjukkan ke seluruh dunia siapa kami,” ujar Hayley.

Chester Bennington enjoy dengan "mainan" baru


Album baru Linkin Park, tampaknya, bakal terus tertunda. Yang menjadi penyebab bisa jadi side project beberapa personelnya. Kini giliran Chester Bennington membuat band bernama Dead by Sunrise.

Sebelum diberi nama Dead by Sunrise, proyek sampingan Chester itu dikenal dengan nama Snow White Tan. Dalam band tersebut, Chester berpartner dengan Julien-K. Julien-K adalah side project dari Amir Derakh dan Ryan Shuck, personel band Orgy.

Dead by Sunrise bakal merilis debut album pada September 2009. "Dead by Sunrise akan muncul saat musim gugur (sekitar September 2009). Album kami bakal berjudul Out of Ashes. Ini adalah proyek solo saya," tulis Bennington dalam account Twitter-nya.

Sebenarnya, materi album itu sudah digarap bertahun-tahun sebelum ini. Bahkan, Chester sebelumnya menjadwalkan album tersebut rilis 2006-2007. Namun, Bennington memilih mengerjakan materi bersama Linkin Park.

Dead by Sunrise agak berbeda dengan Linkin Park. Sebab, band itu membawakan lagu dengan karakter melodic rock. Linkin Park lebih cenderung memainkan nu-metal.

"Saya harus memastikan bahwa Dead by Sunrise sama sekali nggak terdengar seperti Linkin Park. Ini bakal jadi rock murni dengan melodi," jelas Chester. Chester juga mengonfirmasi bahwa sampai saat ini, telah tercipta sepuluh single untuk mengisi album tersebut. Dalam album itu, Bennington menampilkan kehebatannya bermain gitar, keyboard, dan menyanyi.

Sementara itu, Linkin Park masih dalam tahap penyelesaian album keempat pada 2009. Namun, karena kesibukan setiap personelnya, rencana tersebut sangat mungkin tertunda. Dan album itu baru bisa dirilis pada 2010.